ANDRE JOVANO

ANDRE JOVANO

Minggu, 20 November 2011

~~**BELAJAR PADA SANG GURU SEJATI**~~

ANDRE JOVANO


untuk saudara sahabat-sahabatku semua. yang berkenan singgah di Blog ini, mari kita sama-sama belajar yang tekun, untuk menganali jatidiri hudup. sesuwai keyakinan masing-masinng.,

Mau tidak mau, makhluk hidup harus mempercayai pada sesuatu yang ghaib. Apabila tidak mempercayai hal yang ghaib, berarti kita sudah tidak percaya pada SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH. Lho kok bisa? Jelas bisa. Alasannya, bukankah SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH itu ghaib? Antara manusia dan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH terdapat ribuan hijab yang menutupi sehingga kita tidak bisa melihatNYA secara langsung.

Bahkan kita tidak bisa merabaNya karena SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH itu sifatnya tidak wujud.Kalau wujud, berarti bukanlah SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH.
Itulah yang harus kita jadikan sebagai pegangan agar kita tidak terperdaya dalam memahami dan menyembah pada yang bukan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH.

Nah, seperti dijelaskan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH lewat lewar kitap-kitap suci, ALLAH sendiri sangat dekat.SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH dalam kutap-kitap suci menjelaskan yang kurang lebih artinya, "Kalau engkau bertanya tentang AKU, AKU ini sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari urat lehermu sendiri." Dari situlah kita bisa melihat bahwa SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH itu dekat.

Pada tubuh seluruh manusia terdapat SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH. Dimanakah posisiNya..........? SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH itu berada pada hati nurani yang paling dalam. Hati manusia dibagi menjadi 2 bagian yakni hati besar dan hati kecil. Perlu diketahui bahwa hati besar selalu berkata bohong, menghasut, iri, dengki dan lainnya. Sedangkan hati kecil selalu mengatakan hal-hal yang bersifat kebaikan, sabar, lembut dll.

Pada hati kecil itulah SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH bersemayam. Namun kita tidak bisa memburu keberadaan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH dikarenakan adanya ribuan hijab yang menghalangi itu sendiri. SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH akan menyatu dan menguasai tubuh kita, jika SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH sendiri yang berkehendak.

Dalam pikiran manusia juga dibagi menjadi 2 yaitu pikiran materiil dan spirituil. Kalau pikiran materiil yang lebih menonjol, tentu manusia itu akan memburu hal-hal yang bersifat materiil seperti kekayaan, kemakmuran, pangkat, jabatan, lawan jenis dan lainnya. Namun kalau pikiran spirituil yang menonjol, maka seorang manusia boleh dikatakan hampir mirip dengan malaikat. Oleh karena itu, antara sisi materiil dan spirituil haruslah seimbang. Di satu sisi kita wajib bekerja untuk mencari materi, di sisi lain kita juga wajib untuk manembah dan memuji kebesaran SANYA YANG TUNGGAL, GUSTI ALLAH

Untuk mendalami sisi spirituil,SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH menciptakan piranti yang disebut dengan GURU SEJATI. Sebetulnya antara SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH dan GURU SEJATI itu pada prinsipnya sama. Jika seseorang mulai memiliki keinginan dan kerinduan terhadap TUHAN, maka GURU SEJATI itulah yang akan memandu untuk lebih bisa mendekatkan diri pada SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH.

Bahkan banyak orang yang berpendapat bahwa GURU SEJATI yang ada pada manusia itu adalah NUR MUHAMMAD. Pendapat itupun ada benarnya. Pasalnya, manusia yang hidup di dunia ini selalu memiliki NUR MUHAMMAD. NUR MUHAMMAD itulah yang menjadi penghubung antara seorang manusia dengan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH.

Nah, biasanya GURU SEJATI itu senantiasa mengajarkan lewat kata hati kita. Ia senantiasa menggerakkan rasa dan hati kita untuk selalu mendekat kepada GUSTI. Bahkan tidak jarang GURU SEJATI juga mengajarkan apa yang harus dilakukan dalam sebuah ritual. GURU SEJATI bersemayam dalam rasa.

Contohnya, pernahkah Anda merasa kesepian walaupun berada di tengah keramaian.........? Nah, kalau Anda sedang dalam posisi seperti itu, cobalah untuk mendengarkan hati kecil Anda dan mengikuti rasa yang muncul. Sebab kata hati kecil dan rasa itu adalah, GURU SEJATI Anda sendiri. Setiap manusia memiliki GURU SEJATI. Tergantung manusia itu sendiri apakah GURU SEJATI tersebut lebih banyak didengarkan ataupun lebih memilih untuk mendengarkan hati besar yang dipenuhi oleh setan.

Untuk itu, kenalilah GURU SEJATI Anda. Dengan mengenali GURU SEJATI Anda, maka Anda akan bisa selalu 'bermesraan' dengan SANG YANG TUNGGAL SEJATI, GUSTI ALLAH. Paling tidak, rasa yang akan muncul adalah kedamaian dan ketentraman yang ada dalam diri Anda, meskipun Anda tidak memiliki uang. Penasaran......? Coba Anda praktekkan sendiri.
semoga berhasil salam kasih penuh kedamaian.
rahayu-rahayu-rahayu